Search

Search Engine

Search Engine

Tampilkan postingan dengan label War Movies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label War Movies. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Desember 2014

Field of Lost Shoes (2014) WEB-DL 720p + Subtitle Indonesia

Field of Lost Shoes (2014)



field-of-lost-shoes.jpg
zvbzx21.png
Released Date 26 September 2014
Country USA
Language English
Genre Action
Director Sean McNamara
Writers Thomas Farrell
Starcast Lauren Holly
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8
My Fan Page Apa%2BItu%2BFanPage.png


SINOPSI:


“Field of Lost Shoes” mengisahkan tentang sekelompok Kadet (sebutan untuk taruna Akademi Angkatan Laut) di Institut Militer Virginia yang diperintahkan untuk berperang ke Lembah Shenandoah, melawan pasukan Konfederasi.

Film yang diarahkan oleh sutradara Sean McNamara ini didasarkan pada kisah nyata tentang Perang Saudara (Battle of New Market) yang terjadi di Virginia, Amerika Serikat pada 15 Mei 1864 silam.

FOLS7.jpg
field_of_lost_shoes_2014_large_picture.j
field-of-lost-shoes_t89310_3_png_640x480

Download film Field of Lost Shoes (2014) 720p WEB-DL 720p
File Format : MKV
Resolusi: 720p
Durasi: 1 Jam - 35 Menit - 23 Detik
Size: 648.5 MB
SS:
Field_of_Lost_Shoes_2014_WEB_DL_Rye_Movi
IDUP.IN: http://idup.in/7kafrztokudi
MyLinkGen:
http://mylinkgen.com/p/NzQ4MA

Subtitle: webdl-lostshoes-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Cara Download Di Tusfile Via Opera Mini
Cara Melewati Adfly Via Opera Mini


Attentions!!


Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...! Baca di sini...!

Ada Link tidak bisa dibuka atau broken link atau masalah lainya?Silahkan beri komentar
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8

Field of Lost Shoes (2014) WEB-DL 360p + Subtitle Indonesia

Field of Lost Shoes (2014)



field-of-lost-shoes.jpg
zvbzx21.png
Released Date 26 September 2014
Country USA
Language English
Genre Action
Director Sean McNamara
Writers Thomas Farrell
Starcast Lauren Holly
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8
My Fan Page Apa%2BItu%2BFanPage.png


SINOPSI:


“Field of Lost Shoes” mengisahkan tentang sekelompok Kadet (sebutan untuk taruna Akademi Angkatan Laut) di Institut Militer Virginia yang diperintahkan untuk berperang ke Lembah Shenandoah, melawan pasukan Konfederasi.

Film yang diarahkan oleh sutradara Sean McNamara ini didasarkan pada kisah nyata tentang Perang Saudara (Battle of New Market) yang terjadi di Virginia, Amerika Serikat pada 15 Mei 1864 silam.

FOLS7.jpg
field_of_lost_shoes_2014_large_picture.j
field-of-lost-shoes_t89310_3_png_640x480

Download Film Field of Lost Shoes (2014) WEB-DL Subtitle Indonesia MP4 360p
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 35 Menit - 23 Detik
Size: 243 MB
SS:
Field_of_Lost_Shoes_2014_WEB_DL_Rye_Movi
Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/xfihz1nonq1k
TF: http://www.tusfiles.net/3rl9v26ybwg7
HF: http://adf.ly/vRbbJ
UP: http://adf.ly/vRbbK

Subtitle: webdl-lostshoes-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Cara Download Di Tusfile Via Opera Mini
Cara Melewati Adfly Via Opera Mini


Attentions!!


Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...! Baca di sini...!

Ada Link tidak bisa dibuka atau broken link atau masalah lainya?Silahkan beri komentar
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8

Fury (2014) DVDScr 720p + Subtitle Indonesia

Fury (2014)



fury-2014.jpg
zvbzx21.png
Released Date 17 October 2014
Country USA
Language English
Genre Action | Drama
Director David Ayer
Writers David Ayer
Starcast Brad Pitt
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8
My Fan Page Apa%2BItu%2BFanPage.png


SINOPSI:


Menciptakan sebuah film action yang berisikan aksi tembak disana-sini dan kemudian menghasilkan kehancuran skala besar itu sekarang ini terasa sangat mudah, terlebih dengan teknologi yang semakin berkembang. Yang sulit adalah bagaimana jika mereka dikemas sama menariknya namun juga memberikan hiburan yang bukan hanya sekedar lewat, hiburan yang unforgettable, tampil elegan dengan sedikit kesan misterius, meskipun ikut memberikan tugas yang jauh lebih besar untuk mereka kendalikan dan selesaikan. Fury, understated raw action flick.

Koalisi anti-Jerman mulai mencoba memberikan tekanan pada Nazi pada Perang Dunia ke 2, dan upaya mereka untuk menghentikan agresi Nazi tersebut adalah dengan mencoba bergerak dan menaklukkan satu persatu kota yang berada disekitar mereka. Ada empat tank yang bertugas bergerak di garis terdepan, salah satunya adalah M4 Sherman yang dinamai Fury, berisikan empat orang pria yang sudah lama berjuang bersama di medan tempur, Boyd Swan (Shia LaBeouf), Trini Garcia (Michael Peña), Grady Travis (Jon Bernthal), dibawah komando Don Collier (Brad Pitt), atau yang lebih dikenal dengan panggilan Wardaddy.

Fury sendiri sebenarnya baru saja kehilangan salah satu anggotanya, yang kemudian memaksa Wardaddy dan rekan- rekannya menerima seorang anggota baru, tentara bernama Norman Ellison (Logan Lerman), prajurit yang faktanya tidak pernah dilatih untuk menggunakan senjata karena selalu bertugas dengan kertas dan alat tulis. Wardaddy mencoba merubah Norman menjadi prajurit yang lebih kuat, namun keputusannya tersebut justru menimbulkan gesekan dan masalah baru yang harus mereka hadapi, bukan hanya antara dirinya dan Norman, namun ikut melibutkan anggota Fury.

Film yang sempat dianggap menjadi salah satu contender kuat di awards season jauh sebelum ia dirilis ini bisa dikatakan menjadi sebuah “pesta” bertemakan peperangan. Ya, pesta, penonton diajak oleh David Ayer untuk menyaksikan hal-hal mengerikan yang terjadi pada Perang Dunia ke 2, dari pria-pria macho yang seolah tidak pernah merasa takut dengan kematian demi meraih dan mempertahankan harga diri bangsanya, kekacauan dan kekerasan dalam tampilan “kotor” yang tidak malu-malu bermain dengan darah, mayat-mayat yang telah membusuk, sikap kemanusiaan, hingga gejolak mental dari para karakter lengkap dengan bumbu-bumbu kecil terkait persahabatan hingga cinta.

Tampak gemuk memang, tapi faktanya fokus dari Fury sendiri terasa sangat sempit, dan keputusannya untuk seolah bermain aman juga menjadi penyebab Fury tidak berhasil meraih kemungkinan maksimal yang mereka miliki. Fury adalah film action yang tampil berani dalam menggambarkan kekacauan pada medan peperangan, tapi tampil kurang berani pada teknik bercerita. Terkesan sangat berhati- hati, semua elemen seperti dijaga untuk tidak bergerak terlalu jauh, tidak melebar terlalu luas, dengan urutan alur yang berhasil dijaga untuk tetap intens dan padat itu fokus seperti terus menerus ditujukan pada perkembangan karakter itu sendiri, aksi bertahan hidup yang harus mereka lakukan dengan kemungkinan mati dan terbunuh yang sama besarnya.

Keputusan David Ayer untuk membangun petualangan dengan bertumpukan pada character driven terhitung berhasil memang, ada emosi yang bukan hanya hadir dari karakter utama namun juga karakter pendukung, tidak kuat tapi ada daya tarik pada cara mereka berhadapan dengan tragedi, tekanan mental, rasa lelah, dan sesekali kombinasi mereka terasa provokatif. Yang menjadi masalah adalah dengan sikap hati-hati dan tidak ingin bermain terlalu jauh tadi menjadikan Fury sering memberikan pengulangan pada narasi, meskipun berisikan materi yang berhasil memberikan kejutan-kejutan menarik tapi perlahan seperti membuka masuk rasa frustasi pada karakter untuk berpindah menuju penonton.

Tidak melelahkan memang, apalagi membosankan, tapi dengan cara ia berjalan yang tergolong lambat itu ada situasi monoton di beberapa titik cerita, dan ketiadaan upaya untuk membakar cerita dengan menekankan isu-isu tajam seperti misalnya patriotisme menyebabkan Fury seperti bermain tarik dan ulur dengan penonton, kita seperti dibuat menanti-nanti apa yang akan terjadi pada karakter yang bergerak juga tanpa disertai sebuah kejelasan yang kuat pada pesan yang ia bawa, ambigu, ia terlalu menarik untuk ditinggalkan, tapi beberapa minus diatas tadi membuat penonton malas atau tidak bisa untuk mencoba terlibat lebih jauh. Hal tersebut yang cukup disayangkan hadir pada Fury, upaya untuk tampil misterius justru sering menghalangi kenikmatan yang lebih besar datang menghampiri penontonnya.

Dari hal teknis ini kuat, sebut saja gambar- gambar yang terasa presisi dalam menggambarkan kehancuran itu, termasuk permainan ruang sempit didalam tank yang berhasil menjadikan penonton seolah ikut berada disana bersama karakter, belum lagi keterlibatan score dari Steven Price yang sukses membuat penonton terombang- ambing bersama atmosfir cerita. Hal-hal tadi tidak pernah berhenti menjadikan Fury terasa menarik, tapi sayangnya keberadaannya tidak dominan akibat cerita yang kurang dinamis itu, Fury pernah tampil brutal dan menyenangkan, tapi ia juga pernah terasa stuck, Fury tidak pernah gagal memberikan kejutan pada penonton, tapi ia juga sering membuat penonton menunggu bersama gambar-gambar yang seperti kehilangan energi di momen tenang itu.

Namun dengan segala plus dan minus tadi Fury mungkin telah menjadi salah satu film yang akan sulit untuk saya lupakan. Pahit dan manis yang ia berikan seimbang, scene terakhir yang secara konstan bergerak menjauh keatas itu juga bisa menjadi salah satu momen paling memorable tahun ini, dan faktor lainnya adalah kinerja divisi akting yang memberikan kejutan menyenangkan.

Narasi memang menghalangi kita untuk merasa terlibat dengan mereka, tapi mereka punya pesona yang tampil efektif. Brad Pitt memberikan performa yang solid, ia juga mampu menggerakkan cerita yang bertumpu pada karakter itu, tapi kejutan justru hadir dari bagian pendukung. Shia LaBeouf tampil mengesankan, dilema moral yang ia alami terus hidup didalam sorot matanya, sedangkan bintang utamanya adalah Logan Lerman, puppy becomes a monster tergambarkan dengan impresif, tekanan yang ia alami tergambarkan dengan baik ketika ia takut dan marah. And Emma (Alicia von Rittberg) is attention stealer. Oh, dear.

Overall, Fury adalah film yang cukup memuaskan. Fury seperti sebuah daging yang dipanggang oleh seorang koki yang iseng, terkadang ia menyalakan api dalam kuantitas besar, tapi sering pula ia mengecilkan api tadi hingga mendekati titik minimal. Punya daya tarik yang konsisten hidup hingga akhir, adegan aksi yang intens dan beberapa terasa memukau, penampilan divisi akting yang kuat, tapi keputusannya untuk tampil sedikit misterius terutama pada sektor cerita sering meruntuhkan gelora yang ia miliki untuk membuat penonton terjebak dan terpaku jauh lebih dalam didalam pesta ini bersamanya.

Fury%2B(2014)%2Bimage2.jpg
Fury%2B(2014)%2Bimage1.jpg
Brad-Pitt-and-Logan-Lerman-in-Fury-2014.

Download Film Fury (2014) DVDScr 720p
File Format : MKV
Resolusi: 720p
Durasi: 2 Jam - 14 Menit - 58 Detik
Size: 551.0 MB
SS:
Fury_2014_DVDScr_Rye_Movies_mp4_thumbs_2
IDUP.IN: http://idup.in/z2rd6ibhjns2
MyLinkGen:
http://mylinkgen.com/p/NzExMA

Subtitle: scr-fury-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT


Attentions!!


Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...! Baca di sini...!

Ada Link tidak bisa dibuka atau broken link atau masalah lainya?Silahkan beri komentar
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8

Fury (2014) DVDScr 360p + Subtitle Indonesia

Fury (2014)



fury-2014.jpg
zvbzx21.png
Released Date 17 October 2014
Country USA
Language English
Genre Action | Drama
Director David Ayer
Writers David Ayer
Starcast Brad Pitt
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8
My Fan Page Apa%2BItu%2BFanPage.png


SINOPSI:


Menciptakan sebuah film action yang berisikan aksi tembak disana-sini dan kemudian menghasilkan kehancuran skala besar itu sekarang ini terasa sangat mudah, terlebih dengan teknologi yang semakin berkembang. Yang sulit adalah bagaimana jika mereka dikemas sama menariknya namun juga memberikan hiburan yang bukan hanya sekedar lewat, hiburan yang unforgettable, tampil elegan dengan sedikit kesan misterius, meskipun ikut memberikan tugas yang jauh lebih besar untuk mereka kendalikan dan selesaikan. Fury, understated raw action flick.

Koalisi anti-Jerman mulai mencoba memberikan tekanan pada Nazi pada Perang Dunia ke 2, dan upaya mereka untuk menghentikan agresi Nazi tersebut adalah dengan mencoba bergerak dan menaklukkan satu persatu kota yang berada disekitar mereka. Ada empat tank yang bertugas bergerak di garis terdepan, salah satunya adalah M4 Sherman yang dinamai Fury, berisikan empat orang pria yang sudah lama berjuang bersama di medan tempur, Boyd Swan (Shia LaBeouf), Trini Garcia (Michael Peña), Grady Travis (Jon Bernthal), dibawah komando Don Collier (Brad Pitt), atau yang lebih dikenal dengan panggilan Wardaddy.

Fury sendiri sebenarnya baru saja kehilangan salah satu anggotanya, yang kemudian memaksa Wardaddy dan rekan- rekannya menerima seorang anggota baru, tentara bernama Norman Ellison (Logan Lerman), prajurit yang faktanya tidak pernah dilatih untuk menggunakan senjata karena selalu bertugas dengan kertas dan alat tulis. Wardaddy mencoba merubah Norman menjadi prajurit yang lebih kuat, namun keputusannya tersebut justru menimbulkan gesekan dan masalah baru yang harus mereka hadapi, bukan hanya antara dirinya dan Norman, namun ikut melibutkan anggota Fury.

Film yang sempat dianggap menjadi salah satu contender kuat di awards season jauh sebelum ia dirilis ini bisa dikatakan menjadi sebuah “pesta” bertemakan peperangan. Ya, pesta, penonton diajak oleh David Ayer untuk menyaksikan hal-hal mengerikan yang terjadi pada Perang Dunia ke 2, dari pria-pria macho yang seolah tidak pernah merasa takut dengan kematian demi meraih dan mempertahankan harga diri bangsanya, kekacauan dan kekerasan dalam tampilan “kotor” yang tidak malu-malu bermain dengan darah, mayat-mayat yang telah membusuk, sikap kemanusiaan, hingga gejolak mental dari para karakter lengkap dengan bumbu-bumbu kecil terkait persahabatan hingga cinta.

Tampak gemuk memang, tapi faktanya fokus dari Fury sendiri terasa sangat sempit, dan keputusannya untuk seolah bermain aman juga menjadi penyebab Fury tidak berhasil meraih kemungkinan maksimal yang mereka miliki. Fury adalah film action yang tampil berani dalam menggambarkan kekacauan pada medan peperangan, tapi tampil kurang berani pada teknik bercerita. Terkesan sangat berhati- hati, semua elemen seperti dijaga untuk tidak bergerak terlalu jauh, tidak melebar terlalu luas, dengan urutan alur yang berhasil dijaga untuk tetap intens dan padat itu fokus seperti terus menerus ditujukan pada perkembangan karakter itu sendiri, aksi bertahan hidup yang harus mereka lakukan dengan kemungkinan mati dan terbunuh yang sama besarnya.

Keputusan David Ayer untuk membangun petualangan dengan bertumpukan pada character driven terhitung berhasil memang, ada emosi yang bukan hanya hadir dari karakter utama namun juga karakter pendukung, tidak kuat tapi ada daya tarik pada cara mereka berhadapan dengan tragedi, tekanan mental, rasa lelah, dan sesekali kombinasi mereka terasa provokatif. Yang menjadi masalah adalah dengan sikap hati-hati dan tidak ingin bermain terlalu jauh tadi menjadikan Fury sering memberikan pengulangan pada narasi, meskipun berisikan materi yang berhasil memberikan kejutan-kejutan menarik tapi perlahan seperti membuka masuk rasa frustasi pada karakter untuk berpindah menuju penonton.

Tidak melelahkan memang, apalagi membosankan, tapi dengan cara ia berjalan yang tergolong lambat itu ada situasi monoton di beberapa titik cerita, dan ketiadaan upaya untuk membakar cerita dengan menekankan isu-isu tajam seperti misalnya patriotisme menyebabkan Fury seperti bermain tarik dan ulur dengan penonton, kita seperti dibuat menanti-nanti apa yang akan terjadi pada karakter yang bergerak juga tanpa disertai sebuah kejelasan yang kuat pada pesan yang ia bawa, ambigu, ia terlalu menarik untuk ditinggalkan, tapi beberapa minus diatas tadi membuat penonton malas atau tidak bisa untuk mencoba terlibat lebih jauh. Hal tersebut yang cukup disayangkan hadir pada Fury, upaya untuk tampil misterius justru sering menghalangi kenikmatan yang lebih besar datang menghampiri penontonnya.

Dari hal teknis ini kuat, sebut saja gambar- gambar yang terasa presisi dalam menggambarkan kehancuran itu, termasuk permainan ruang sempit didalam tank yang berhasil menjadikan penonton seolah ikut berada disana bersama karakter, belum lagi keterlibatan score dari Steven Price yang sukses membuat penonton terombang- ambing bersama atmosfir cerita. Hal-hal tadi tidak pernah berhenti menjadikan Fury terasa menarik, tapi sayangnya keberadaannya tidak dominan akibat cerita yang kurang dinamis itu, Fury pernah tampil brutal dan menyenangkan, tapi ia juga pernah terasa stuck, Fury tidak pernah gagal memberikan kejutan pada penonton, tapi ia juga sering membuat penonton menunggu bersama gambar-gambar yang seperti kehilangan energi di momen tenang itu.

Namun dengan segala plus dan minus tadi Fury mungkin telah menjadi salah satu film yang akan sulit untuk saya lupakan. Pahit dan manis yang ia berikan seimbang, scene terakhir yang secara konstan bergerak menjauh keatas itu juga bisa menjadi salah satu momen paling memorable tahun ini, dan faktor lainnya adalah kinerja divisi akting yang memberikan kejutan menyenangkan.

Narasi memang menghalangi kita untuk merasa terlibat dengan mereka, tapi mereka punya pesona yang tampil efektif. Brad Pitt memberikan performa yang solid, ia juga mampu menggerakkan cerita yang bertumpu pada karakter itu, tapi kejutan justru hadir dari bagian pendukung. Shia LaBeouf tampil mengesankan, dilema moral yang ia alami terus hidup didalam sorot matanya, sedangkan bintang utamanya adalah Logan Lerman, puppy becomes a monster tergambarkan dengan impresif, tekanan yang ia alami tergambarkan dengan baik ketika ia takut dan marah. And Emma (Alicia von Rittberg) is attention stealer. Oh, dear.

Overall, Fury adalah film yang cukup memuaskan. Fury seperti sebuah daging yang dipanggang oleh seorang koki yang iseng, terkadang ia menyalakan api dalam kuantitas besar, tapi sering pula ia mengecilkan api tadi hingga mendekati titik minimal. Punya daya tarik yang konsisten hidup hingga akhir, adegan aksi yang intens dan beberapa terasa memukau, penampilan divisi akting yang kuat, tapi keputusannya untuk tampil sedikit misterius terutama pada sektor cerita sering meruntuhkan gelora yang ia miliki untuk membuat penonton terjebak dan terpaku jauh lebih dalam didalam pesta ini bersamanya.

Fury%2B(2014)%2Bimage2.jpg
Fury%2B(2014)%2Bimage1.jpg
Brad-Pitt-and-Logan-Lerman-in-Fury-2014.

Download Film Fury (2014) DVDScr Subtitle Indonesia MP4 360p
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 2 Jam - 14 Menit - 58 Detik
Size: 317 MB
SS:
Fury_2014_DVDScr_Rye_Movies_mp4_thumbs_2
Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/1pebu323ptj3
TF: http://www.tusfiles.net/ynq5h2qhl74v
HF: http://adf.ly/uiSO9
UP: http://adf.ly/uiSOC

Subtitle: scr-fury-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Cara Download Di Tusfile Via Opera Mini
Cara Melewati Adfly Via Opera Mini


Attentions!!


Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...! Baca di sini...!

Ada Link tidak bisa dibuka atau broken link atau masalah lainya?Silahkan beri komentar
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8

Senin, 22 Desember 2014

Inglourious Basterds (2009) 360p + Subtitle Indonesia

Inglourious Basterds (2009)



inglourious-basterds-br.jpg
zvbzx21.png
Released Date 21 August 2009
Country USA
Language English
Genre Adventure
Director Quentin Tarantino
Writers Quentin Tarantino
Starcast Brad Pitt
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8
My Fan Page Apa%2BItu%2BFanPage.png


SINOPSI:


1941, Perancis pada masa pendudukan Jerman, sekelompok pasukan Nazi yang dipimpin oleh Colonel Hans Landa (Christoph Waltz) aka. “The Jew Hunter” baru saja melaksanakan pekerjaannya dengan sukses mengungkap rahasia yang disembunyikan oleh seorang petani, namun sayang satu orang buruannya berhasil melarikan diri.

Ditempat lain Lieutenant Aldo “The Apache” Raine (Brad Pitt) baru saja mengangkat 8 anggota baru pasukan Yahudi-Amerika yang nantinya akan tergabung dalam kelompok bernama “The Basterds”. Tugas “The Basterds” hanya 1 yaitu membunuh semua Nazi yang mereka temui dan setelah itu menguliti kepala mereka sebagai cinderamata. Sepak terjang “The Basterds” ternyata membuat para pasukan Nazi ketar ketir, bahkan membuat sang pimpinan tertinggi, Hitler pun gusar dibuatnya.

4 tahun kemudian sebuah rencana pembunuhan besar-besaran pasukan Nazi beserta petinggi-petinggi Third Reich disusun, bukan hanya dari “The Basterds” yang mewakili “kebaikan” secara global, namun juga datang dari seorang perempuan berenama Shosanna Dreyfus (Mélanie Laurent) yang ternyata memiliki dendam pribadi terhadap Nazi yang sudah membunuh seluruh keluarganya.

Setelah 2 tahun absen, pada tahun 2009 sutradara jenius sekaligus nyentrik, Quentin Tarantino kembali membuat gebrakan di film terbarunya, Inglourious Basterds. Sudah tentu film yang dibuat Tarantino bukanlah sebuah film biasa, bagi para fansnya yang pernah menyaksikan karya- karya sutaradara yang juga berteman baik dengan Robert Rodriguez ini pasti mengetahui bahwa film2nya memiliki ciri khas tersendiri seperti membagi filmnya menjadi beberapa chapter, pengenalan para karakter-karakter utama beserta latar belakang mereka, adegan-adegan berdarah yang eksplisit dan dialog- dialog panjang yang bertele tele yang membuatnya menjadi unik dan menarik untuk diikuti, ciri khas tsb juga diterapkan pada Inglourious Basterds.

Tidak mudah memang membuat sebuah film dengan tema sejarah dimana sejarah tsb sudah di modifikasi ulang sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah tontonan yang berbeda, dan untuk dapat membuatnya sebagai sebuah tontonan berkualitas tentu saja dibutuhkan keberanian tersendiri dan juga sedikit “kegilaan” untuk menulis ulang sejarah sesuai dengan yang diinginkan, dan kemampuan itulah yang dimiliki oleh seorang Tarantino yang ternyata berhasil menghadirkan sebuah fantasi perang yang sangat luar biasa menghibur, penuh kejutan dan menegangkan hingga akhir, namun film ini juga bisa luar biasa membosankan bagi penonton yang tidak terbiasa dengan dialog-dialog panjang dan alur lambat yang hampir menghiasi film yang berdurasi 153 menit ini.

Dengan dukungan penampilan prima dari para cast nya khususnya Christoph Waltz yang bermain sempurna dan nyaris tanpa celah, bahkan pesonanya sebagai Colonel Hans Landa aka. “The Jew Hunter” mampu mengalahkan pesona seorang Brad Pitt dan Mélanie Laurent yang notabene adalah tokoh-tokoh utama di film ini, bahkan Waltz juga selalu hadir dalam dua plot yang ada.

Mungkin sedikit kekurangan dari Inglourious Basterds yang sedikit menganggu adalah pada saat cerita mendekati akhir dimana terkesan para Nazi dah Hitler terkesan terlalu ceroboh , padahal sebelumnya hampir sepanjang film mereka selalu berhati hati dalam bertindak dan mengantisipasi serangan-serangan mendadak musuh.

Overall, terlepas dari sedikit kekurangan yang dimilikinya, Inglourious Basterds tetap adalah sebuah tontonan yang berkualitas dari seorang Tarantino, dengan dukungan cerita yang menarik, penuh dengan adegan- adegan memorable dan akting mempesona dari karakater-karakter yang bermain didalamnya membuat film ini menjadi salah satu film terbaik di tahun 2009.

inglourious-basterds-27-xp-szn.jpg
2010-12-27-10-12-48-501-Basterds-k24.jpg
inglourious_basterds_02-1024x682.jpg

Download Film Inglourious Basterds (2009) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality 360p
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 2 Jam - 32 Menit - 59 Detik
Size: 388 MB
SS:
Inglourious_Basterds_2009_Blu_Ray_Rye_Mo
Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/3josfkor2muh
TF: http://www.tusfiles.net/ghodsezguwo2
UF: http://adf.ly/v2bUm
US: http://adf.ly/v2bUn
HF: http://adf.ly/v2bUo
UP: http://adf.ly/v2bUp
BU: http://adf.ly/v2bUq
CV: http://adf.ly/v2bUs

Subtitle: br-ingbastrds-2009.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Cara Download Di Tusfile Via Opera Mini
Cara Melewati Adfly Via Opera Mini
Inglourious Basterds (2009) BluRay 1080p 1080p
File Format : MKV
Quality: 720p WEB-DL
Encoder: SHQ
Source: Source:BluRay 1080p x264 DTS-HD MA
Durasi: 2 Jam - 32 Menit - 59 Detik
Size: 1.9 GB
SS:
Inglourious_Basterds_2009_Blu_Ray_Rye_Mo
IDUP.IN: http://idup.in/99o8nxid007u
MyLinkGen:
http://mylinkgen.com/p/NzM4NA

Subtitle: br-ingbastrds-2009.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Cara Download Di Tusfile Via Opera Mini
Cara Melewati Adfly Via Opera Mini


Attentions!!


Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...! Baca di sini...!

Ada Link tidak bisa dibuka atau broken link atau masalah lainya?Silahkan beri komentar
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8

Black Hawk Down (2001) 360p + Subtitle Indonesia

Black Hawk Down (2001)



black-hawk-down-br.jpg
zvbzx21.png
Released Date 18 January 2002
Country USA
Language English
Genre Action
Director Ridley Scott
Writers Mark Bowden
Starcast Josh Hartnett
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8
My Fan Page Apa%2BItu%2BFanPage.png


SINOPSI:


Black Hawk Down merupakan film layar lebar ke-11 yang disutradarai oleh Ridley Scott tahun 2001. Karena penggarapannya yang serius pada film ini sehingga mengantarkan Black Hawk Down ke pentas Oscar 2002 dengan mengantungi 4 nominasi. Dari 4 nominasi yang didapatkan, ia berhasil membawa pulang dua piala Oscar, yaitu menang kategori Best Editing dan Best Sound. Dua kategori gagal dimenangkan, yaitu Best Cinematography dan yang paling diinginkan oleh semua sutradara, Best Director. Sebagai informasi, di tahun 2001 itu juga, Ridley mengeluarkan karyanya yang lain, Hannibal yang dibintangi Anthony Hopkins dan Julianne Moore. Sayangnya tak seperti Black Hawk Down, film yang cukup dipuji kritikus itu tak mengantungi satu pun nominasi.

Kembali ke Black Hawk Down, film yang dibuat berdasarkan kejadian nyata ini dibukukan oleh seorang penulis bernama Mark Bowden dengan judul Black Hawk Down: A Story of Modern War. Buku ini menggambarkan sengitnya pertempuran Mogadishu di mana sekelompok pasukan Amerika Serikat melakukan penyerbuan untuk menangkap penguasa Somalia, Mohamed Farrah Aidid.

Dengan sandi operasi berjuluk Irene, Jenderal Garrison (Sam Shepard) mengetuai serangan yang dilakukan oleh pasukan Delta, Ranger dan Resimen Operasi Khusus ke-160 dengan misi menangkap para kaki tangan dan bawahan penting dalam pemerintahan Farrah Aidid. Serangan ini dipusatkan pada pasar Bakara, tempat yang dicurigai berkumpulnya orang-orang penting di bawah Aidid. Jenderal Garrison memperkirakan bahwa misi ini akan berlangsung tidak lebih dari setengah jam dengan membawa hasil yang diinginkan.

Pasukan Ranger yang dipimpin oleh Sersan Matt Eversmann (Josh Hartnett) diberi tugas untuk menyelesaikan misi ini dan diberi pesan agar jangan seorang pun dari pasukan yang ditinggalkan di medan pertempuran. Namun misi tak berjalan dengan mulus dan melenceng dari perkiraan semula. Semuanya diawali oleh jatuhnya Pratu Todd Blackburn (Orlando Bloom) sewaktu akan melakukan penurunan dari helikopter. Serangan dengan persenjataan berat oleh para milisi Somalia kepada mereka semakin mempersulit misi tersebut.

Korban dari pihak militer Amerika Serikat dan milisi mulai berjatuhan. Semuanya semakin diperparah dengan jatuhnya helikopter pemberi bantuan udara yaitu Black Hawk setelah dihantam dengan tembakan peluru roket dari pasukan milisi. Situasi pun semakin memanas dan runyam setelah satu helikopter kembali jatuh. Misi yang semula diperkirakan berlangsung cepat dan singkat seketika berubah menjadi mimpi buruk yang tak bisa dibayangkan.

Namun sesuai pesan yang diberikan pada mereka bahwa tak boleh ada yang ditinggalkan, mereka pun menuju ke lokasi jatuhnya kedua helikopter untuk mengevakuasi pilot dan awak yang ada di dalamnya. Dua orang penembak jitu dari pasukan Delta, Randy Shughart dan Gary Gordon akhirnya gugur dalam tugas setelah berusaha menyelamatkan salah seorang pilot yang selamat. Keduanya dianugerahi Medali Kehormatan Anumerta. Sementara itu para prajurit yang memiliki sifat yang berbeda-beda harus bahu-membahu menyelamatkan rekan mereka yang terjebak dalam pertempuran yang berlangsung sepanjang malam.

Di Balik Produksi Black Hawk Down Film yang meraih pendapatan sebesar US$108 juta dolar lebih ini pada awalnya merupakan gagasan sutradara Simon West yang menyarankan produser Jerry Bruckheimer untuk membeli hak cipta buku Black Hawk Down: A Story of Modern War buah karya Mark Bowden dan mengijinkan West untuk menyutradarai jika filmnya dibuat. Namun akhirnya West beralih ke proyek lain di mana dia lebih tertarik menyutradarai film yang diadapsi dari sebuah video game terkenal. Judul film itu adalah Lara Croft: Tomb Raider (2001). Film pun kemudian diserahkan penanganannya pada Ridley Scott. Agar tampak terlihat nyata, para aktor pun diberikan pelatihan militer yang sebenarnya untuk menghayati peran yang mereka mainkan.

Para aktor yang berperan sebagai anggota pasukan Delta pun diberikan pelatihan selama dua minggu, khususnya para aktor yang berperan sebagai pilot. Sebagai informasi bahwa pelatihan pilot ini diarahkan oleh Mike Durant yang asli sendiri di mana dia memang pernah ditawan selama beberapa hari oleh milisi Somalia dan akhirnya dibebaskan. Film pun mengambil lokasi syuting bukan di Somalia, tapi di Rabat dan Sale, Maroko. Tak satu pun aktor atau orang Somalia yang terlibat dalam pembuatan film ini.

Film Black Hawk Down sendiri ditaburi oleh banyak bintang besar yang berperan sebagai tentara Amerika Serikat. Namun mereka sendiri berasal dari berbagai negara di belahan dunia: Ewan McGregor sebagai John Grimes berasal dari Skotlandia, Eric Bana sebagai Sersan Hoot berasal dari Austria, Jason Issacs yang kita kenal lewat perannya sebagai Lucius Malfoy di franchise Harry Potter dan si peri Orlando Bloom di trilogi Lord of the Rings berasal dari Inggris, Kim Coates dari Kanada, dan masih banyak lagi yang lainnya yang mungkin kalian kenal dalam film ini.

black_hawk_down10b.jpg
black+hawk+down.jpg
black%20hawk%20down.jpg?format=1500w

Download Film Black Hawk Down (2001) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality: 360p
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 2 Jam - 24 Menit - 17 Detik
Size: 367 MB
SS:
Black_Hawk_Down_2001_Blu_Ray_Rye_Movies_
Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/ag13knfoyb8q
TF: http://www.tusfiles.net/yqa3bdku7hcx
UF: http://adf.ly/us0e7
US: http://adf.ly/us0e8
HF: http://adf.ly/us0e9
UP: http://adf.ly/us0eA
BU: http://adf.ly/us0eB
CV: http://adf.ly/us0ij

Subtitle: br-hawkdown-2001.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Cara Download Di Tusfile Via Opera Mini
Cara Melewati Adfly Via Opera Mini


Attentions!!


Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...! Baca di sini...!

Ada Link tidak bisa dibuka atau broken link atau masalah lainya?Silahkan beri komentar
Follow My Blog 84ac2f5ddba545993ce2a51ee147a0b508d05ea8